Apus Apes Pepes Lampus Pupus

Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pesthi. Kodrating menungsa ora bisa mbubrah garising kang kuwasa. Nalika wis teka titi wancining pati, tan bisa den jokna apa maneh sira undurna. Bisane mung iso mupus, ya mung teka semono garising urip ana ngalam donya. 

Demikian kurang lebih salah satu isi dari sambutan sekaligus panglipur dari perwakilan seniman-seniwati Propinsi DIY, tepat sebelum angkating layon, almarhun dalang Ki Seno Nugroho beberapa waktu lalu.

Apus Apes Pepes Lampus Pupus
Sumber, Youtube: Dalang Seno

Kita tak pernah tahu sampai di angka berapa hitungan usia kita. The Lord of  Broke Heart, Didi Kempot, tutup usia di hitungan 53 tahun.  Ashraf Sinclair, suami dari Bunga Citra Lestari itu, juga meninggal di tahun 2020 pada usia 40 an tahun. 

Tidak jauh-jauh, yang masih dalam lingkaran keluarga dengan saya, yang merupakan suami dari kakak kandung saya, juga meninggal di usia 44 tahun. 

Apus, apes, pepes, lampus, pupus. Seno wis tekaning lampus, awake dewe bisaning mung bisa mupus.
Mupus, artinya kita hanya bisa pasrah ketika takdir sudah berbicara, begitu kurang lebih untuk mengartikan pupus, atau mupus dalam sambutan Ki Cermo Sutejo, mewakili para seniman Yogyakarta. 

Baca Juga: Seno Nugroho-Dalang Fenomenal Asal Bumi Mataram, Yogyakarta

Siji Pesthi, loro jodo, telu Wahyu, papat kodrat, limo Bondho adalah sesuatu yang tak bisa dipastikan. Adalah sebuah misteri, belum bisa kita pastikan kapan datang pada kita. 

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ


Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya. QS. Al-'A`raf [7] : 34

Cukuplah kepergian kakak ipar saya, Ashraf, Didi Kempot, Ki Seno Nugroho, sebagai pelajaran bahwa setiap yang bernyawa pasti mati. Bahwa maut kapanpun bisa datang menjemput.   


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel